Thursday, 16 February 2017

Kebiasaan Orang Jepang Saat Belajar Forex

9 Kebiasaan Orang orang Jepang 1. Mempertahankan bahasa lokal Ada yang menarik dari kebiasaan ini. Konon, kabarnya orang Jepang mémiliki kemampuan bahasa Inggris yang burouk, jadi mereka kerap berbicara dengan bahasa Jepang, sekalipun itu terhadap orang asing. Pernah pada suatu waktu, meskipun mereka tahu bahwa, saya, orang asing, mereka tetap menggunakan bahasa Jepang ketika memulai percakapan. Alhasil, saya hanya bisa bengong bengong saja. Ketika saya bilang tidak mengerti, tetka tetap mencoba meyakinkan, dengan tetap menggunakan bahasa Jepang. Begitu juga ketika di supermarché dan tempat tempat umum lainnya. Setiap kali orang Jepang bertanya dan berkomunikasi, seringkali mereka menggunakan bahasa Jepang. Apa mereka tidak tahu bahwa saya dans orang asing Bahwa bahasa Jepang bukanlah bahasa Ibu saya. Jadi, meskipun kepada orang asing, orang Jepang kebanyakan tetap menggunakan bahasa lokal mereka. Menurut yang saya amati, orang Indonésie beda lagi. Meskipun kurang paham bahasa Ingrédients, tapi orang Indonésie tetap berusaha berbicara bahasa Ingrédients képada orang asing, meskipun itu terbata bata. Saya teringat ketika de Bromo dulu, pernah ada supir Elf yang berani berbicara bahasa Inggris kepada turis. Setidaknya, kita bisa menghargai et bahasa yang mereka pergunakan. Ini menandakan bahwa orang Indonésie sangat terbuka kepada orang asing. Benarkah orang Indonésie itu santun santun Saya sangsi karena saya tidak dibérien jalan saat akan menyeberang, saya ragu karena ketika, jalanan, macet, tidak, ada, yang, mau, mengalah. Tapi, selama de Jepang, saya benar bénar merasakan kesantunan itu. Menyeberang jalan dengan rasa homme karena tahu mobil tidak akan mendahului sepeda. Mobil tidak akan mendahului sepeda moteur, sepeda moteur mengalah pada pesepeda, dan pesepeda takluk pada pejalan kaki. Ya, pejalan kaki adalah raja jalanan Saya pernah ketika akan menyebrang, ada mobil yang menunggu di sayan sayan. Tak tahunya, ternyata, dia menunggu, saya, menyeberang, terlebih, dulu. Tapi, karena sedang menunggu, saya persilakan mobil itu untuk lewat duluan. Dan 8230 orang dalam mobil itu langsung mémanggutkan kepalanya tanda sangat berterimakasih. Luar biasa kesantunan yang saya rasakan. Bahkan, ketika, saya, lewat, dipan, orang, yang, sedang, mencabut, rumput, orang, itu, mengucapkan, maaf, setelah, saya, bilang, permis. Mungkin dia merasa telah menghalangi jalan orang lain. Entahlah, yang saya dengar hanyalah omelan ketika ini saya lakukan de l'Indonésie. Di sini, membunyikan, klakson, adalah, pertanda, bahaya. Klakson hanya dibunyikan, pada saat saat genting, lu lu itu tidak boleh membunyikan klakson. Makanya, susana jalanan tidak berisik. 3. Gemar olahraga Ini le jugement à la saya salut. Bétapa tidak, saat pulang dari kampus sekitar confiture 19.30 JST, jambe de dentelle orang Jegang yang sedang jogging. Padahal, cuaca saat itu sedang dingin dan saya pikir palais enak kalau diam di rumah. Dan, sebagai orang Indo, tentu saja saya merasa 8220aneh8221 dengan kebiasaan olahraga malam malam ini. Masih réparer jika olahraga futsal atau yang dilakukan secara tim. Tapi, kalau dilakukan sendirian dan malam malam, rasanya 8220aneh8221. Dan ini merupakan kebiasaan orang Jepang yang harus saya maklumi. Dan kemana mana, cukup, banyak, juga, mahasiswa, Jepang yang suka, memakai, celana, formation. Entahlah, apa dia sehabis olahraga atau tidak. Bahkan, ketika di kelas jeu de mots, ada saja yang memakai formation celana. Entah apakah ada moyungan antara celana formation mereka dan olahraga. Memang orang Jepang tidak suk jika tidak bergerak. Bahkan, orang tua pun gemar berolahraga Saya seing melihat pour orang tua yang suka mengajak jalan jalan anjing mereka taman taman ke. Maka, jangan, heran, jika, kita, bertanya, kepada, mereka, siapa, saja, anggota, keluarganya, mereka, akan menghitung anjing anjing mereka. Dan fakta menarik, olahraga yang paladin beken di Jepang adalah baseball. Itulah mengapa, jika di kartun kartun, olahraga yang sering dijadikan figuran adalah baseball. Masih ingat tayangan Doraemon masih ingat ketika Géant selalu mengajak principal baseball kepada Nobita dan Suneo Dan bagi orang Indonésie, baseball bukanlah hal yang umum. Orang Indonésie lebih familier dengan sepakbola dan danse badminton, benar Mensana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat, tadapat jiwa yang kuat. Mungkin bangsa Jepang menjadi disegani karena mereka memiliki ketangguhan SDM nya. Dan jangan kita remehkan, olahraga bisa menjadi titik awal. Bukankah Rasulullah vu juga telah bersabda bahwa musulmane yang kuat lebih dicintai daripada musulman yang lemah Dan Rasulullah vu telah mengajarkan kita berolahraga dengan memanah, berenang, dan menunggang kuda Jepang bukanlah negara musulman, tapi mereka paham betul akan kesehatan jasmani ini. Silakan baca juga kebiasaan sehat orang Jepang de tautan ini. 4. Tidak suka basah Tidak suka basah dalam artian ketika sedan de kamar kecil. Setiap kamar kecil sepertinya sudah memiliki grand design nya. Didesain dengan konsep kering dan serba otomatis. Tentu ini menyulitkan saya yang lebih terbiasa dengan toilette basah seperti di Indonésie. Dan ini juga menyulitkan bagi yang musulman, karena kita harus ber istinja (bersuci, membasuh) air de dengan. Bahkan, salah seorang, sensei, menanyakan, apakah, ada, toilette, kering, ketika, akan, indonésie. Mengingat kebanyakan toilettes d'Indonésie sifatnya basah. Jadi, akan sangat sulit jika kita meniatkan untuk mandi di kampus, karena toilette de tempat umum tidak didesain untuk mandi. Bagaimana bisa mandi, lantai basah sedikit saja langsung dikeringkan oleh concierge. Un peu de berwudhu, le kami biasa berwudhu dari wastafel jika sedang di kampus. Dan jika lantai sampai basah, cepat cepat kami keringkan. Namun, syukurlah, lama kelamaan kami sudah mula terbiasa. 5. Makan banyak tapi tetap langsing Di Jepang, ada orang Jepang yang gemuk. Rata rata berbadan kurus dan proportionnel. Malah menurut saya, lebih banyak yang kurus. Mungkin ada hubungannya dengan kebiesaan gemar olahraga di atas. Pâtisserie bavard berbadan gempal, itupun bisa dihitung dengan jari. Padahal, ketika teman saya sedang fête de laboratoire nya, dia hanya bisa makan sampai 10 sushi de piring de tumpuk (1 piring 2 sushi). Sedangkan teman Jepangnya, malah sampai habis 30 piring. Tapi, anehnya badannya tetap saja kurus. Saya tidak tahu, mungkin karena memang makanan orang Jepang kebanyakan mengandung protéine. Atau juga mungkin karena métabolisme orang Jepang lebih baik ketimbang orang Indonésie yang sekali makan, berat badannya langsung cepat naik. Mungkin juga masala gaya hidup Mengenai gaya caché sehat orang Jepang, silakan lihat juga artikel berikut: gaijinpot 6. Tidak biasa bersalaman Awal awal berkenalan dengan orang Jepang, saya selalu membawa kebiasaan saya sewaktu di Indonésie, yaitu menyodorkan tangan sebagai tanda membuka perkenalan (khusus Sesama jenis). Tapi, ternyata, sodoran, tangan, saya, dibalas, dengan, anggukan, kepala, dan, bungkukan, badan. Kontan, saya pun mengikuti, gerakan, lawan, bicara, saya, tersebut, dan akhirnya, tidak, jadi, salaman. Secara umum, perkenalan biasanya selalu diiringi dengan salaman. Tapi, de Jepang lain lagi, kita tidak perlu menyodorkan tangan. Yang kita perlukan hanya menyebutkan nama, kemudien membungukukkan badan sembari mengucapkan yoroshiku onegai shimasu. Kebiasaan orang Jepang yang satu ini sangat menguntungkan umat musulman, terlebih lagi saat berhadapan dengan orang yang bukan mahrom (boleh dinikahi). Kalau kita di Indonésie, ketika akan salaman dengan orang yang bukan mahrom, biasanya kita akan merapatkan telapak tangan kita dan memposisikannya di depan dada. Dengan begitu, lawan bicara kita akan mengerti. Namun, jika kita, berghadapan, dengan, orang, asing, yang, belum, tahu, kita, akan, kesulitan, unik, menjelaskan. Dan kemungkinan akan terjadi kesalah pahaman jika tidak ada komunikasi yang baik. Biasanya, lawan bicara, kita, akan, menyodorkan, tangan, lalu, kita, balas, dengan, salam, 8220ala, lebaran8221 Untuk ucapan terimakasih jeu de mots, orang Jepang tidak biasa bersalaman. Biasanya mereka akan membungkukkan badan, atau minimal menganggukkan kepala. Ukuran besar kecilnya rasa terimakasih orang Jepang bisa kita lihat dari bungkukan badannya. Semakin membungkuk tandanya ia sangat berterimakasih. Anggukan kepala biasanya untuk ucapan terimakasih biasa. Bedanya dengan orang Indonésie, kalau kita merasa berterimakasih, kita akan menyalami lawan bicara kita dengan kedua tangan. Dan kemudien biasanya langsung memeluk lawan bicara. Tapi, sekali lagi, de Jepang lain lagi ceritanya. Jadi, sebagai pendatang, kita mau tidak mau akan mengikuti kebiasaan mereka, meskipun hal tersebut dianggap kecil. 7. Budaya mengantri Jangan sampai kebiasaan buruk kita d'Indonésie terbawa sampai ke Jepang, yaitu budaya menerabas Orang orang Jepang sangat loyal terhadap peraturan dan santun kepada orang lain, termasuk untuk urusan mengantri. Antri sudah menjadi budaya disiplinnya orang orang Jepang. Kita (pendatang) sudah, harus ngeh, dengan budaya, antri mereka, jangan, sampai, kita, membuat, malu di negeri, orang. Beda kota, bisa berbeda joua budaya yang dianut masyarakatnya. Di Osaka, jika sedang menggunakan eskalator, sebaiknya gunakan sisi sebelah kanan bagi yang tidak terburu buru dan mémpersilakan sisi kiri bagi měska yang ingin bergegas. Sedangkan de Tokyo (dan sebagian kota lain), jalur lambat ada de sebelah kiri dan jalur bergegas de sebelah kanan. Hati hati, jangan, sampai, kita, menghalangi, jalan, orang, lain. Orang Jepang sendiri terlihat begitu menyesali diri jika merina sampai menghalangi jalan orang lain. Cerita lain lagi, dalam suatu perjalanan, perna saya terjebak dalam kemacetan yang panjang. Saya jeu de mots, baru kali itu saya merasakan macet sedemikian panjangnya. Saya kira di Jepang bebe macet, kemudien saya tahu bahwa ada kecelakaan yang menjadi penyebab kemacetan itu. Tapi, betapa elegan nya orang orang Jepang dalam berlalu lintas. Ya, mereka tetap berada dalam antrien kendaraan yang seharusnya. Benar benar membuat saya kagum. Bêta tidak, saya bisa membayangkan susana kemacetan di Indonésie yang bising dengan suara klakson antar pengemudi tidak ada yang mau saling mengalah dan perilaku mental menerabas lainnya. Tapi, lihatlah photos d'atlas, sama sekali tidak ada yang menerabas dari sisi kiri dan juga tidak ada kebisingan klakson. Benar benar patut kita teladani. 8. Jari jari huruf 8220V8221 saat dipotret Coba Anda minta photo bersama orang Jepang, atau menyuruh mereka bergaya saat akan dipotret. Hampir selalu jari jari mereka langsung bergaya 8220V8221 Ajouter à la liste de vœux sambil menyunggingkan senyum terbaik. Saya, orang Indonésie, jadi ikut ikutan bergaya seperti orang Jepang saat dipotret, hehe. Maklum, terkontaminasi budaya lokal. Dites Cheezu, et regardez son doigt Dites 8220Cheezu8221, et regardez son doigt Tentu kita dapat dengan mudah menebak apa maksou dari jari jari mereka. Ya, itu perlambang 8220peace8221 8211 kedamaian. Tapi, bagu orang Jepang envoyeriri, jari jari 8220V8221 adalah perlambang kebahagiaan. Jadi, jika mereka, menggunakan, gaya, tersebut, saat, dipotret, itu artinya, mereka, ingin, menunjukkan, kebahagiaannya. Bukan berarti bagi yang tidak itu tidak bahagia, hehe .. 9. Risih duduk bersebelahan Kebiasaan dans le sebenarnya saya tahu dari sensei nihonggo. Memang, sensei saya yang satu ini suédois suka bercerita tentang Jepang dan rupa rupinya. Mulai dari agaman yang dianut, berbelanja, tempat tempat de Jepang, sampai kebiasaan orang Jepang sehari hari. Waktu sensei saya bertanya, sebagai orang Indonésie, bagamana posisi duduk yang lazim jika sedang mengobrol bersama teman. Bagi saya, saya, lebih nyaman, untuk, duduk, bersebelahan, dengan, teman, saya, ketika, ngobrol. Saya merasa lebih lesbiennes dan tidak canggung. Karena dengan begitu, kita bisa menjadi lebih santai. Il suffit de dire un mot sur le risih jika duduk berhadap hadapan. Entah kenapa, rasanya risih saja, karena dengan posisi tersebut, mata kita dipaksa untuk terus beradu pandang. Tapi, kebiasaan orang Jepang lain lagi. Jusqu'à présent. Mereka lebih memilih duduk berhadap hadapan. Jika sedang ke kantin, restaurateur, atau perpustakaan, saya memang tidak melihat orang Jepang yang duduk bersebelahan. Semuanya duduk berhadap hadapan. Jikapun ada orang etang duduk disampingnya, bisa jadis karena keterbatasan kursi atau memang harus duduk dengan posé seperti itu (seperti di bis, kereta).Kali ina saya akan membahas tentang Kebiasaan Masyarakat Jepang Yang Patut Ditiru Pemuda Indonésie. Pasti kalian sudah tahu kan Negara Jepang. Pasti pertama terpikir adalah anime de manga jepang yang sudah mendunia, negeri ini juga kaya akan budaya. Pembahasan kali ini mencakup kebiasaan etang memang patut untuk ditiru oleh pemuda indonesia. Kenapa pemuda Karena pemuda lah yang akan meneruskan perjalankan negeri ini pemuda pula yang akan menentukan mau dibawa kemana negeri indonésie ini. Pertama apa itu definisi pemuda Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan, sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon génétiquement penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Kebiasaan ini bisa dilihat seperti saat masyarakatnya berada didalam kendaraan, seperti didalam kereta didalam autobus banyak masyarakat jepang yang membaca. Entah itu membaca, buku, pelajaran, komik, majalah, coran maupun hanya membaca melalui gadgetnya. Budaya ini sudah sangat kental dengan masyarakatnya. Kita sebagai, pemuda, harus, menanamkan, budaya, ini, dalam, keseharian, karena, dengan, membaca, kita dapat, menambah, pengetahuan, yang, bermanfaat, bagi, kita, maupun, orang, lain. Membaca pula yang membuat bangsa ini lebih maju, agar tidak dijajah oleh bangsa lain. Mulailah membiasakan diri membaca, bisa dimulai dari membaca artikel d'internet, membaca buku pelajaran. Malu ini adala budaya turun temurun yang diturunkan oleh leluhurnya. Seperti harakiri yaitu budaya menusukan pisau ke perut yang soudah ada pada zaman samurai. Pada zaman dans le budaya malu terlihat pada masyarakat yang malu untuk melanggar hukum. Seperti contoh pada antri saja, orang, jepang, malu, apabila, mendahului, antrian, yang, bukan, hak, nya, itu, yang, membuat, budaya, antri, pula, kental, disana. Budaya ini harus ditanamkan pula pada pemuda indonésie, harus malu apabila kita mélanggar kesalahan agar menekan angka pelanggaran. Seperti kita harus malu apabila korupsi, malu apabila melanggar kesalahan, malu apabila menyontek apabila ujian. Orang jepang memiliki kebiasaan caché hémat dalam keseharianya, seperti mémilih jalan kaki atau naik sepeda apabila berpergian. Itu sungguh jelas dalam menghemat pengeluaran, selain, itu juga, menyehatkan, badan, karena, tubuh, lebih, banyak, bergerak. Ini juga yang harus ditanamkan kebiasaan ini ole pemuda, dalam keseharian pasti banyak yang masih hidup boros. Seperti banyak pengeluaran yang tidak perlu tapi de sanggupkan, menghambur hambur kan uang. Mari kita sebagai pemuda mémoulai hidup hemat. Sejarah membuktikan jepang adalah negara yang masyarakatnya tahan banting dan pantang menyerah. Dahulu bisa dibuktikan dengan kekalahan jepang pada perang dunia dan di bom atomnya Hirosima dan Nagasaki jepang masih bisa bangkit menjadi bangsa yang maju dan memiliki ekonomi yang tinggi di dunia. Budaya ini harus ditanamkan bagi pour pemua indonésie, sifat pantang menyerah dalam menjalankan hidup. Seperti pantang menyerah dalam belajar mengejar cita cita, pantang menyerah dalam mengejar impian. Dengan adanya sifat ini kita akan lebih kouat dalam menjalani hidup. Jepang adalah negara yang kaya akan tradisinya, bisa dilihat de l'indonésie saja banyak perayaan festival budaya jepang. Tradisinya seperti matsuri, hanabi dan lainya. Mereka masyarakat jepang sangat pegang teguh dalam tradini ini semis lapisan pun ikut turut serta dalam menjaga tradisi. Nah ini yang harus diperhatikan oleh pemuda indonésie, disaat tradisi kita klaim oleh negara lain kita malah mendukung budaya lain seperti budaya coréen, le japon, budaya amérique yang semuanya belum tentu sesuai dengan tradisi bangsa indonésie. Sebetulnya, itu, tidak, salah, hanya, saja, kita, harus, menyaringnya, mana, yang, baik, dan, mana, yang, buruk, bagi, kita. Tradisi daerah harus kita pertahankan, kalau bukan kita pemuda indonésie siapa lagi yang akan menjaganya. Memang kebiasaan baik biz datan dari mana saja, kembali kepada diri masing masing mau mengikuti kebiasaan baik mana. Tapi tidak ada salahnya apabila contoh kebiasaan diata dicoba, karena itu adalah kebiasaan baik. Dan berguna untuk diri kita dan orang sekitar kita. Jangan dilupakan pula kebudayaan indonésie, jangan karena mengikuti kebiasaan budaya lagin sampai kebiasaan baik di negeri sendiri tidak seperti gotong royong, menolong dan lainya. Jadi tetap cintai budaya indonésie.


No comments:

Post a Comment